Tentang Suwung Selam

Sekolah selam bebas (freediving), Selam Scuba (Scuba Diving) & Spiritual nusantara

Suwung Selam berdiri pada tanggal 20 February 2024 dari akar semangat untuk menjadi wadah dalam membantu Jiwa-Jiwa yang dipilih oleh SangHyang Semesta melakukan evolusi Kesadaran Diri & Jiwa melalui metode Selam Bebas (Freediving) dan Selam Scuba (Scuba Diving).

Suwung Selam menjadi wadah bagi para Sadhaka (Pencari Spiritual) dan Ksatria Amerta (Penjaga Air Kehidupan) untuk menemukan keheningan di bawah permukaan air.

Di sini, menyelam adalah laku tapa dalam gerak, sebuah cara untuk “pulang” ke dalam diri melalui dekapan air.

Prinsip & metode pengajaran

Dalam metode Freediving, Suwung Selam menghadirkan ilmu Selam Bebas (Freediving) AIDA International dan ilmu Selam Scuba (Scuba Diving) dari SSI (Scuba Schools International)

Namun, hal ini saja tidak cukup membantu Jiwa-Jiwa terpilih. Suwung Selam melakukan kombinasi dengan ilmu Performance Psychology, Health & Medicine, dan Spiritualitas atau Kepercayaan Nusantara.

Penyatuan ilmu dilakukan dengan menghidupkan Pitutur-Pitutur Nusantara yang menjadi Prinsip Utama di Suwung Selam yaitu:

  1. Tinemu Kanthi Laku: Belajar sebuah ilmu tidak cukup hanya sekedar tahu, tapi harus di-Laku-kan di dalam setiap Keseharian Hidup.
  2. Manah Ing Laku: Pemahaman dari sebuah ilmu hanya akan didapatkan melalui apabila sudah di-Laku-kan secara rutin, teratur, dan disiplin.
  3. Eling Lan Waspada: Senantiasa selalu Ingat & Sadar atas apa yang sedang dilakukan, apa yang sedang terjadi, dan apa yang akan terjadi.
  4. Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe: Fokus selalu pada proses yang harus dilakukan dan menyerahkan Hasil pada yang lebih Maha Kuasa.
  5. Dhuwur Wekasane Endhek Wiwitane: Semua keberhasilan dan kesuksesan yang tinggi selalu dimulai dari awal yang tampak kecil dan pendek.

5 Pitutur utama ini kita hidupkan dalam setiap metode latihan Selam dan juga Keseharian kita.

Dengan demikian, kita mendapatkan manfaat dari Selam bukan hanya saat di dalam air, tetapi juga di setiap proses Kehidupan kita di darat.

Pendiri suwung selam

dr. Benny Rakshasa

dr. Benny adalah Dokter umum dari Universitas Indonesia angkatan 2007.

Setelah praktek selama 1 tahun, dr. Benny memutuskan untuk mengembangkan pengetahuan dan pengalamannya di bidang industri lain selama lebih dari 10 tahun di berbagai perusahaan, serta mendalami ilmu Performance Psychology, Applied Psychology, Neurosciences, dan Psycho-Neuro-Endocrine-Immunology (PNEI).

Setelah mengenal Dunia Diving dan Perairan di tahun 2019, dr. Benny menjadi Content Creator serta Underwater Photographer Freediver & Scuba Diver untuk Tribuana Dive Center, Let’s Freedive Indonesia, dan Pelangi Scuba.

dr. Benny menemukan dalam pengalamannya selama menjadi Assistant Instructor dari tahun 2020 bahwa saat di dalam air, tampak seluruh “Kesejatian” seorang manusia.

Segala apa yang ada di dalam pikiran & perasaannya, baik yang disadari ataupun tidak, di kehidupan darat sehari-harinya akan muncul secara jujur dalam setiap gerak tubuh dan proses latihan menyelamnya.

Hal ini yang meyakinkan dr. Benny untuk lebih fokus mendalami ilmu Selam, baik Freediving dan Scuba Diving, agar lebih memahami apa yang sedang terjadi dalam Tubuh manusia sebenarnya selama di dalam air dan bagaimana Sang Jiwa berhasil meng-ekspresi-kan dirinya selama di dalam air tersebut.

Saat ini, dr. Benny mencurahkan seluruh pengetahuan dan energinya dalam menjalani peran AIDA Freediving Instructor & SSI Divemaster di Suwung Selam.

dr. Benny mengharapkan dengan adanya Suwung Selam, Jiwa-Jiwa yang telah dipilih oleh Semesta dapat semakin mudah dalam menjalani proses evolusi Jiwa yang harus dijalani dalam Masa Kehidupan ini.